KUNJUNGAN KE BANGKA POS
Perkembangan teknologi membuat dunia mengarah ke era digital, termasuk juga pada bidang jurnalistik.
Hal itu yang membuat siswa SMA Negeri 1 Kelapa antusias menyambangi Kantor Redaksi Bangka Pos di Jalan KH Abdurrahman Siddik Pangkalpinang, Kamis (16/2/2023).
Sebanyak 24 siswa-siswi gabungan kelas X dan XI tersebut ikut dalam ekstrakurikuler jurnalistik, sinematografi dan bengkel sastra berkunjung ditemani beberapa pendamping.
Kedatangan para siswa dan guru disambut Manager Peliputan Bangka Pos, Alza Munzi Hipni.
Sebagai salah satu wartawan senior, Alza menjelaskan mengenai alur peliputan sebuah berita untuk terbit di koran cetak maupun online.
Selain itu dirinya juga menambahkan sebagai perusahaan media, Bangka Pos juga bisa dibuka melalui kanal-kanal online.
" Bangka Pos tidak mau mati dalam keadaan ketinggalan informasi, jadi sekarang juga memproduksi berita dalam bentuk online. Jadi juga merambah portal berita, maupun seluruh media sosial," kata Alza.
Selanjutnya, pada sesi tanya jawab suasana menjadi lebih mencair manakala mereka dengan penuh semangat bergantian melayangkan pertanyaan.
"Bagaimana cara menjaga konsistensi dari Bangka Pos, dan kenapa masih bertahan dengan koran cetak?," ucap Mulia, salah satu siswa yang memberikan pertanyaan Kamis (16/2/2023).
Pada kesempatan yang sama, Alza memaparkan kunci utama masih bertahannya Bangka Pos sampai saat ini, adalah dengan menjaga kepercayaan dan integritas.
"Caranya dengan menjaga kepercayaan, jadi ketika membuat berita harus terkonfirmasi agar sesuai dengan kejadian. Kemudian kenapa edisi cetak masih bertahan karena masih banyak pemasang iklan, serta masih ada segmentasi pembaca koran cetak," ungkap Alza.
Tidak hanya mengenai jurnalistik, juga diberikan mengenai public speaking yang disampaikan oleh Anabel sebagai pembawa acara Bangka Pos.
"Sebelum membawakan suatu acara, paling penting adalah memahami materi. Baru ketika sudah paham, melakukan latihan seperti contohnya di depan kaca," kata Anabel.
Dari paparan yang dilakukan Anabel tersebut, Nepa, seorang peserta bertanya mengenai tips ketika berbicara di depan umum.
"Biasanya yang kita tau hanya berbicara di depan umum. Lalu minta tips untuk berbicara di depan umum yang baik dan benar," tutur Nepa.
Menurut Anabel, yang perlu ditekankan ketika berbicara di depan umum baik menjadi pembawa acara atau yang lain, yaitu perlu adanya banyak latihan dan jam terbang.
Guru pendamping, Dina Wulandari menyampaikan kegiatan kali ini bertujuan agar siswa memiliki gambaran pada program ekstrakurikuler.
"Kebetulan ekstrakurikuler jurnalistik, sinematografi dan bengkel sastra ini semua baru jadi ingin mendapatkan gambaran seperti apa program kedepannya. Jadi gambaran baik itu untuk guru pembinanya dan juga siswa itu sendiri," terang Dina.
(Bangkapos.com / Rifqi Nugroho)
SMA Negeri 1 Kelapa