Peninjauan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Pembelajaran tatap muka (PTM)
terbatas perlu dipercepat karena pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang
berkepanjangan berisiko memberi dampak negatif pada psikomotorik perkembagan anak.
Situasi penanganan penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas harus
segera dilaksanakan dengan mempertimbangkan prokes untuk mengurangi dampak
yang berkepanjangan.
Selasa (07/08/2021) Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, M. Soleh mengadakan kunjungan ke SMA Negeri 1 Kelapa. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan yang tidak direncanakan sebelumnya. Setelah menghadiri acara HUT Kota Muntok ke 287, Gubernur bersama staf melakukan kunjungannya yang pertama ke SMAN 1 Kelapa.
Kunjungan ini merupakan kunjungan rutin ke sekolah-sekolah yang ada di Bangka Belitung. Pada kunjungan kali ini, beliau meninjau pelaksanaan vaksinasi dan penerapan prokes di SMA Negeri 1 Kelapa. “Semua harus divaksin agar kita dapat melanjutkan PTM, termasuk juga orang tua. Orang tua harus diberi pemahaman bahwa vaksin itu penting demi keberlangsungan pembelajaran kita,” tutur Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman. Kunjungan ini bertujuan memberi penguatan kesiapan PTM di SMAN 1 Kelapa."Kami siap melakukan PTM melalui sosialisasi kepada seluruh warga sekolah, siswa, dan orang tua agar paham dengan kondisi saat ini," ujar Kepala Sekolah SMAN 1 Kelapa.
Selain itu pula, beliau
meninjau keadaan sarana dan prasarana sekolah. Banyak hal yang beliau sampaikan
mengenai sarana dan prasarana sekolah, salah satunya pembuatan teras dan WC Gedung
Serba Guna (GSG) SMA Negeri 1 Kelapa. Pembangunan tersebut bertujuan agar pengunjung nyaman saat berkegiatan di GSG.
Selain itu pula, beliau mengatakan bahwa perlunya renovasi beberapa gedung,
seperti ruang guru, perpustakaan, dan gudang sekolah. Tak luput, fasilitas
olahragapun perlu ditambah, seperti pembuatan lapangan bola untuk mewadahi minat
dan bakat siswa.
Gubernur bersama Kepala Dinas Pendidikan turut masuk ke dalam kelas untuk meninjau pembelajaran yang berlangsung.
Seperti biasa yang beliau lakukan di sekolah lain, beliau mengajukan pertanyaan kepada siswa seputar kebudayaan
Bangka Belitung. Dalam sela-sela obrolan, beliau mengenalkan pakaian adat melayu dari
budaya Teluk Belanga. Tujuannya agar siswa mengenali secara luas budaya Bangka
Belitung.
Terakhir, beliau
mengunjungi ruang guru untuk menyapa guru-guru SMAN 1 Kelapa. Beliau bercengkrama
dengan para guru, salah satunya guru Prakarya dan Kewirausahaan. Dalam obrolannya, beliau memberikan
wejangan untuk mendaftarkan hak cipta produk agar menjadi produk unggul SMAN 1 Kelapa
dan juga harus menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa. “kami siap meningkatkan kualitas
dan bekerjasama dengan UMKM.” tutur guru Prakarya dan Kewirausahaan. (Rizky
Zulfickar, M.Pd.)
SMA Negeri 1 Kelapa